Kamu suka roti tawar yang dimakan begitu saja, atau roti tawarmu harus dilapisi mentega, selai, atau butiran cokelat?
Saya lebih suka roti tawar yang tawar.
Sebenarnya, roti tawar itu rasanya tidak benar-benar tawar, karena tidak dibuat hanya dengan tepung dan air yang tidak ada rasanya. Roti tawar dibuat dengan mentega, telur, dan gula. Ada rasa gurih yang halus, ada rasa manis yang tak terlalu kentara. Namun rasa itu ada. Dan menurut saya, tambahan seperti mentega yang tebal atau selai dan lainnya, akan menyamarkan rasa roti tawar yang sesungguhnya.
Begitu pula cara saya makan kepiting, kerang dan udang. Saya lebih suka kepiting atau kerang yang direbus atau dikukus, tanpa tambahan saus apapun. Hanya sedikit kecap asin. Itu saja.
Sama halnya dengan hidup. Saya lebih suka kesederhanaan yang apa adanya, tanpa harus dibumbui macam-macam karena menurut saya akan merusak rasa yang sebenarnya. Bisa jadi saya memang orang yang membosankan ya? Tapi menurut saya, apa gunanya membuat sesuatu yang sebenarnya sudah cukup nikmat menjadi sesuatu yang berlebihan.
Ah, mungkin semuanya tergantung selera. Yang enak buat saya, bisa jadi hambar buat kamu. Yang hambar buat kamu, malah cocok dengan lidah saya yang mungkin saja bodoh.
Apapun makanannya, tetap saja harus bersyukur, bukan?
